Minggu, 02 November 2014

JUKUNG SUDUR



Sarana transportasi tradisional jalur air (sungai) menurut istilah bahasa Banjar disebut dengan ‘Jukung’. Yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan perahu atau sampan. Jukung merupakan alat transportasi air yang tertua sebelum dikenal adanya kapal. Kalimantan yang dikenal sebagai sebuah pulau dengan sungai sebagai penghubung sudah barang tentu mengenal jukung ini sejak jaman dahulu kala.

Melalui tahapan-tahapan perkembangan zaman modern dengan munculnya teknologi yang semakin maju, jukung-jukung tradisional dari jenis tertentu dalam batas-batas tertentu pula masih sanggup bertahan. Proses pembuatan jukung masih mempergunakan alat-alat tradisional seperti kapak, parang, belayung, gergaji, katam, baji, penggodam, pahat, dan bor. Baha baku pokok adalah dari pelbagai jenis kayu yang tumbuh di Kalimantan sendiri seperti Balangiran (Shorea Balangeran Burck), Bungur (Legestroemia Spiciosa Pers), Damar Putih (Shorea dan Parashorea Spec), Halaban (Vitex Pubescens), Jingah (Melanorhoa Spec), Rasak (Cotylalobium Spec), Ulin (Eusideroxylon Zwageri), dan lain-lain.

Jukung tradisional masyarakat Banjar dalam bentuk dan proses cara pembuatannya dikenal adanya tiga jenis, yaitu:
1. Jukung Sudur
2. Jukung Patai
3. Jukung Batambit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar